![]() |
| graphic designer, sumber: pixabay |
Minggu-minggu lalu sebelum cerita ini dipublikasikan, jujur aja aku dapet snapgram lucu dari temanku di Instagram, @irvandionisi. Dia ini adalah teman lamaku yang dulu sering nonton acara musik metal barang. Tapi, sekarang sudah jarang ketemua karena kesibukan masing-masing. Irvan sekarang udah jadi desainer, programmer dan lainnya apa itu lah aku ga tau ppfffftttt.
Dia bercerita tentang kekhawatirannya kepada umat manusia di dunia ini - ciaelahhhhh udah kaya presiden aja, bung. Tentang mereka yang menganggap dirinya sudah menjadi desainer professional dan siap untuk dipekerjakan membuat ilustrasi gambar yang menari dengan bayaran tidak murah.
Sedangkan pada kenyataannya, mereka hanya bermodalkan gambar dan icon gratis mengambil dari situs free picture yang sekarang sudah banyak tersebar di internet. Bahkan, font yang mereka pakai adalah font hasil download dari situs font, juga.
Tapi, kenapa mereka sudah merasa dirinya sudah menjadi desainer yang piawai? Padahal untuk berimajinasi sendiri, mereka membutuhkan waktu yang lama, ditambah plagiat dari free image karya orang lain.
Dari sini, Irvan menyamakan orang-orang seperti mereka sama saja seperti tukang stiker lewat tulisannya, "mas mas tukang stiker sih bisa", pffftttt. Disini, sedikit meluruskan, tidak semua mas mas tukan stiker nyontek loh desainnya.
Memang sedikit benar apa yang diceritakan oleh Irvan ini, banyak dari mereka, desainer di jalan atau di sebuah organisasi yang ketahuan menguntit desain dari orang lain tanpa menaruh watermark.
Apakah kamu adalah salah satunya?
Jika memang iya, sebaiknya mulai dari sekarang berpikirlah dan terus berkembang meningkatkan imajinasi dan kepiawaianmu. Cerita ini bukan berarti untuk menghentikan langkahmu menjadi seorang desainer profesional. Tapi, lebih untuk menyemangati dirimu untuk senantiasa melakukan upaya pembentukan mental yang baik.
Mulai dari, menyisipkan watermark si desainer asli, tidak sombong, jangan terlalu nekat, tetap berusaha dan lainnya.
Aku yakin, lambat laun, kamu akan menjadi desainer yang apik dan dikenal banyak orang. Tapi, bukan begitu ceritanya, kamu harus lebih mawas diri, sadar diri bahwa masih ada langit di atas langit. Jangan terlena dengan apa yang sudah kamu kerjakan padahal itu bukan hasil kerja kerasmu sendiri.

Comments
Post a Comment